Dari sisi permintaan, konsumsi minyak global pada kuartal III-2026 turun 3,3 juta barel per hari secara tahunan (year-on-year/yoy). Pelemahan tersebut terutama terkonsentrasi di China, Timur Tengah, dan negara-negara maju di Asia.
Goldman Sachs memperkirakan permintaan akan pulih secara bertahap seiring membaiknya ketersediaan dan keterjangkauan harga produk minyak olahan. Meski demikian, bank tersebut memperkirakan permintaan minyak global pada kuartal IV-2027 masih akan berada 0,7 juta barel per hari di bawah proyeksi hipotetis jika tidak terjadi guncangan akibat konflik.
Kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh percepatan adopsi kendaraan listrik dan perubahan pola konsumsi bahan bakar di China.
Bank tersebut menyatakan prospek harga minyak akan bergantung pada kecepatan pemulihan pasokan, normalisasi permintaan, serta risiko eskalasi kembali konflik di kawasan tersebut.
(NIA DEVIYANA)