IDXChannel - PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) menyampaikan dua rencana aksi korporasi untuk mendukung pengembangan usaha dan pengelolaan struktur permodalan.
Dilansir dari keterbukaan informasi, Senin (28/9/2026), perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue, sekaligus meminta persetujuan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana maksimal Rp20 miliar.
Melalui PMHMETD I, perseroan berencana menerbitkan hingga 2 miliar saham baru. Jumlah tersebut merupakan batas maksimum rencana penerbitan saham.
"Harga pelaksanaan, rasio HMETD, dan nilai dana yang akan diperoleh belum ditetapkan. Ketentuan finalnya akan disampaikan dalam prospektus," ujar manajemen.
Dana hasil PMHMETD I, setelah dikurangi biaya emisi, direncanakan untuk belanja modal bagi pengembangan usaha yang sejalan dengan kegiatan perseroan, pengurangan sebagian utang terutama utang bank, dan modal kerja.
Manajemen EPAC berharap tambahan modal kerja diharapkan mendukung pengadaan bahan baku, proses produksi kemasan plastik fleksibel, pemenuhan pesanan pelanggan, serta distribusi.
Selain itu, perseroan juga merencanakan buyback sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dengan anggaran maksimal Rp20 miliar termasuk biaya transaksi.
Buyback direncanakan berlangsung secara bertahap dalam waktu paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, dengan mempertimbangkan ketersediaan dana dan kebutuhan operasional perseroan.
Pelaksanaan PMHMETD I masih memerlukan persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Realisasi buyback akan bergantung pada kondisi dan pertimbangan perseroan selama periode pelaksanaannya.
"Rencana PMHMETD I diharapkan mendukung pengembangan usaha, pengurangan sebagian utang, dan modal kerja perseroan. Rencana buyback merupakan bagian dari pengelolaan struktur permodalan," kata manajemen.
Manajemen EPAC menegaskan, pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut bergantung pada persetujuan yang diperlukan, kondisi perseroan, dan ketentuan final yang akan disampaikan sesuai peraturan yang berlaku.
Kedua rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 3 November 2026.
(Dhera Arizona)