IDXChannel—Produsen kendaraan listrik asal China, Nio, menjalin kerja sama dengan Geely Holding Group untuk memperluas bisnis penukaran baterai dan layanan pengisian daya kendaraan listrik.
Dalam kesepakatan tersebut, unit bisnis energi Nio Power memiliki valuasi sekitar USD2,38 miliar setara dengan Rp42,7 triliun.
Melansir CNA (28/9/2026), Geely akan menginvestasikan dana sebesar USD95 juta atau setara Rp1,7 triliun. Tak hanya itu, Geely juga menyertakan bisnis baterai Yiyi ke dalam Nio Power. Sebagai imbalannya, Geely akan memperoleh 30 persen saham unit bisnis tersebut.
Setelah transaksi rampung, Nio China diperkirakan tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 63,6 persen. Sementara, Geely akan menguasai 30 persen saham dan investor lama memegang 6,4 persen sisanya.
Kerja sama ini dilakukan untuk memperluas jaringan penukaran baterai dan pengisian daya kendaraan listrik, sekaligus meningkatkan pemanfaatan infrastruktur energi kedua perusahaan.