Angka tersebut turun 19,2 persen secara kuartalan, tetapi masih tumbuh 68,6 persen secara tahunan.
Secara kumulatif, kenaikan harga batu bara sepanjang sembilan bulan pertama 2026 menopang pertumbuhan EBIT sebesar 31,7 persen secara tahunan menjadi USD1,07 miliar.
ASP mencapai sekitar USD72,50 per ton, naik 10,8 persen, sehingga mampu mengimbangi penurunan volume penjualan sebesar 2,5 persen.
UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi beli (buy) saham AADI, tetapi menurunkan target harga dari Rp14.300 menjadi Rp13.500.
Target tersebut menggunakan valuasi 6,3 kali proyeksi rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/PE) 2027, mengacu pada rata-rata PE ADRO selama periode 2019-2024 sebelum pemisahan bisnis (spin-off) AADI.