Kedua transaksi dilakukan pada harga Rp428 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian Gabriel mencapai Rp27,93 miliar, sedangkan Andry sekitar Rp9,31 miliar.
Secara keseluruhan, keduanya menggelontorkan dana sekitar Rp37,24 miliar.
Setelah transaksi tersebut, saham TRUK melesat hingga Rp6.025 pada penutupan 21 Oktober, sekitar 14 kali lipat harga akuisisi.
Berdasarkan harga tersebut, nilai pasar gabungan kepemilikan 20 persen keduanya sempat mencapai sekitar Rp524 miliar. Namun, perdagangan saham TRUK kemudian disuspensi sehari setelahnya.
Di tengah perubahan kepemilikan tersebut, Pukul Rata Kanan menyiapkan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer/VTO) untuk membeli maksimal 65,25 juta saham tambahan pada harga Rp740 per saham. Periode penawaran dijadwalkan berlangsung pada 6 November hingga 7 Desember 2026.
Jika seluruh saham terserap, kepemilikan Pukul Rata Kanan akan meningkat dari 15 persen menjadi 30 persen.