Nama Andry juga muncul di PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS). Ia tercatat memiliki 10,02 persen saham setelah masuk dengan 65 juta saham pada September 2026. Andry pernah menyebut, di suatu podcast pada awal Oktober lalu, memperoleh saham tersebut di kisaran seratusan rupiah.
Kini, harga terakhir INPS berada di Rp1.065, meski perdagangan sahamnya sedang disuspensi.
INPS juga tengah menyiapkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement maksimal 1,25 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham.
Jika terealisasi, perseroan berpotensi memperoleh dana hingga Rp125 miliar. Sebagian besar dana direncanakan untuk penyertaan modal pada entitas anak dan pelunasan utang.
Kondisi keuangan INPS juga perlu dicermati. Ekuitas perseroan tercatat negatif Rp36,54 miliar per akhir September 2026.