IDXChannel – Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) tengah menjadi perhatian setelah muncul kabar mengenai potensi privatisasi atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh induknya, CIMB Group Holdings Bhd.
Namun, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) telah memberikan klarifikasi kepada BEI.
Dalam surat tertanggal 22 Oktober 2026, perseroan menyampaikan bahwa CIMB Group tidak memiliki rencana untuk melakukan privatisasi BNGA dan tidak terdapat keputusan maupun usulan formal terkait potensi privatisasi tersebut.
Meski demikian, isu tersebut berkaitan dengan persoalan yang lebih luas, yakni pemenuhan ketentuan minimum saham free float di BEI.
Berdasarkan data free float yang dihimpun, terdapat 27 saham bank dengan free float di bawah 15 persen. BNGA memiliki free float sebesar 7,50 persen, atau menjadi salah satu bank dengan porsi saham publik terendah dalam daftar tersebut.
Berikut daftar saham bank dengan free float di bawah 15 persen.
PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) sebesar 14,79 persen, PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) 14,63 persen, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) 13,97 persen, PT Bank JTrust Tbk (BCIC) 13,65 persen, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) 12,94 persen, dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) 12,76 persen.