IDXChannel – Prospek saham emiten tambang logam mulai menghadapi sejumlah tantangan menjelang rilis kinerja kuartal III-2026.
Meski pendapatan dan laba bersih sektor diproyeksikan tetap tumbuh, pelemahan harga sejumlah komoditas serta tingginya realisasi laba sepanjang sembilan bulan pertama membuat ruang pertumbuhan hingga akhir tahun semakin terbatas.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) pada 16 Oktober 2026, rekomendasi sektor metal mining diturunkan dari overweight menjadi neutral.
Untuk kuartal III-2026, pendapatan sektor tambang logam yang dicakup BRIDS diproyeksikan mencapai USD4,9 miliar, naik 3,8 persen secara kuartalan dan 91,3 persen secara tahunan.
Pertumbuhan terutama ditopang ramp-up smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) serta peningkatan penjualan bijih PT Vale Indonesia Tbk (INCO).