sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BIKE Kembali Akuisisi Perusahaan Batu Bara di Kaltim, Cadangan 86 Juta Ton

Market news editor Rahmat Fiansyah
12/10/2026 14:25 WIB
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) kembali mengakuisisi perusahaan batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim).
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) kembali mengakuisisi perusahaan batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim). (Foto: Ist)
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) kembali mengakuisisi perusahaan batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) kembali mengakuisisi perusahaan batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim). Langkah ini menjadi bagian dari strategi penyuntikan aset seiring datangnya pengendali baru, PT Penajam Makmur Jaya.

BIKE melalui entitas anaknya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE) mengambil alih 45 persen saham PT Sumber Bara Abadi (SBA). Namun, tidak disebutkan nilai transaksi tersebut.

SBA diketahui perusahaan batu bara yang beroperasi di Kaltim, tepatnya Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kertanegara. Perusahaan itu mengelola lahan seluas 4.909 hektare (ha).

Kandungan batu bara tambang tersebut mencapai 86 juta ton. BIKE membidik rata-rata produksi 2 juta ton per tahun dengan estimasi pendapatan USD84 juta. Angka produksi diproyeksikan meningkat menjadi 4 juta ton pada 2029.

Direktur PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk, Muhamad Kuswandi mengatakan, akuisisi saham mayoritas ini termasuk fasilitas pelabuhan, beserta inventaris conveyor belt, kantor, dan peralatan lainnnya.

"Kami melihat potensi besar pada tata kelola aset tambang ini dan berkomitmen membawa keahlian teknologi serta manajemen kami untuk mengoptimalkan efisiensi produksi," katanya, Senin (12/10/2026).

Sebelumnya, BIKE melalui PNE juga mengakuisisi PT Berau Usaha Mandiri, perusahaan batu bara di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kaltim. Perusahaan itu memiliki area tambang 500 ha.

Cadangan terbukti dari tambang tersebut mencapai 22 juta ton batu bara. Dari cadangan ini, BIKE menargetkan produksi antara 1,5-2,5 juta ton batu bara.

"Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha BIKE di sektor energi," katanya.

Saham BIKE terus menguat di tengah proses akuisisi sejalan dengan rencana diversifikasi usaha. Harga saham BIKE hingga siang ini menyentuh batas auto reject atas (ARA) setelah naik 25 persen ke Rp2.670. Dalam tiga bulan terakhir, harga saham BIKE melejit 420 persen.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement