IDXChannel - Gencarnya pengembangan energi bersih dalam beberapa waktu terakhir seolah menempatkan keberadaan batu bara sebagai salah satu bahan bakar fosil yang kotor dan layak ditinggalkan.
Padahal, sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia, Indonesia sudah seharusnya dapat memaksimalkan upaya inovasi demi memaksimalkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Salah satunya dengan menempatkan batu bara tidak hanya sebagai bahan mentah, melainkan komoditas strategis yang membutuhkan pemaksimalan nilai tambah melalui hilirisasi, dukungan teknologi bersih, hingga adanya diversifikasi produk.
"Batu bara masih memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Tantangannya adalah bagaimana komoditas ini bisa dimanfaatkan secara lebih maksimal dan efisien, serta memberikan lebih banyak lagi nilai tambah," ujar Komisaris PT Andalan Artha Primanusa, Ivan Victor Salim, dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026).
Menurut Ivan, data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya batu bara sebesar 97,96 miliar ton, dengan cadangan sekitar 31,9 miliar ton. Dengan pola penggunaan yang lebih efisien, diyakini dapat mendorong konsumsi batu bara secara stabil dalam jangka panjang.