IDXChannel - Pekan yang berlangsung 12-16 Oktober 2026 menjadi cukup krusial bagi pasar menyusul rilis data makroekonomi terpenting Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS untuk September, yang akan diumumkan pada Rabu
Para ekonom memperkirakan inflasi tahunan meningkat dari 3,4 persen pada Agustus menjadi sekitar 3,7 persen pada September.
Kenaikan ini diperkirakan terutama didorong meningkatnya harga bensin. Karena investor telah memperhitungkan kenaikan inflasi, perhatian utama akan tertuju pada inflasi inti (core inflation), yang tidak memasukkan harga pangan dan energi. Inflasi inti diperkirakan naik 0,2 persen secara bulanan.
Angka inflasi inti yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan oleh The Fed. Kondisi ini berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS naik. Sebagai dampaknya, menekan saham teknologi serta saham berorientasi pertumbuhan. Sebaliknya, inflasi inti yang sesuai atau lebih rendah dari perkiraan dapat meredakan tekanan di pasar obligasi dan saham.
ASML juga akan merilis laporan keuangan kuartalannya pada Rabu. Setelah harga saham di sektor semikonduktor terkoreksi dalam beberapa waktu terakhir, investor akan mencermati penerimaan pesanan serta prospek bisnis perusahaan untuk 2027. Dengan demikian, hasil kinerja dan proyeksi ASML berpotensi memberikan pengaruh signifikan terhadap sentimen di seluruh sektor semikonduktor.