"Kami memahami bahwa kebijakan ini bukan sesuatu yang umum dilakukan. Namun, tujuannya adalah agar investor tidak mengambil keputusan dalam kondisi ketidakpastian yang sangat tinggi, kebingungan, apalagi ketakutan," ujar Jeffrey.
Jeffrey menilai kebijakan tersebut membantu meredam tekanan jual lanjutan di pasar saham. Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (19/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 5,05 persen ke level 4.923.
Menurut dia, koreksi tersebut masih berada di bawah batas ARB yang ditetapkan sebesar 7 persen. Dengan demikian, investor diharapkan memiliki ruang untuk mengevaluasi informasi yang berkembang sebelum mengambil keputusan investasi.
"Tadi terpantau indeks kita turun sekitar 5 persen. Artinya, penurunan tersebut tidak menyentuh batas 7 persen. Dengan demikian, investor diharapkan dapat lebih cermat mencermati perkembangan informasi. Akan lebih baik jika investor kembali melihat fundamental, sembari menilai seluruh kondisi dan situasi yang ada," katanya.
Jeffrey menambahkan, kebijakan ARB 7 persen akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan perkembangan dan dinamika pasar selanjutnya. BEI juga mengimbau investor untuk tetap memperhatikan fundamental perusahaan tercatat dan tidak semata-mata mengambil keputusan berdasarkan isu atau sentimen pasar.