Pergerakan yang kontras tersebut terjadi ketika pasar tengah mencermati pembenahan BEI terkait struktur kepemilikan saham, salah satunya melalui kategori High Shareholding Concentration (HSC).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bursa menyiapkan dua kebijakan baru sebagai bagian dari tindak lanjut evaluasi MSCI yang memunculkan risiko penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia.
Kebijakan pertama adalah mengeluarkan seluruh saham yang masuk kategori HSC dari perhitungan bobot IHSG. Kategori tersebut berkaitan dengan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi.
Kebijakan kedua berupa penambahan keterangan mengenai status afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen dalam publikasi data kepemilikan saham.
Langkah tersebut ditujukan untuk memperjelas struktur kepemilikan dan membantu investor mengidentifikasi hubungan antar-pemegang saham.