Namun, peluang kenaikan 25 basis poin belum sepenuhnya tertutup. Jessica menyebut tekanan yang lebih persisten terhadap rupiah dapat kembali membuka ruang bagi pengetatan.
Hal tersebut terutama jika rupiah melemah melewati Rp18.000 per USD, arus keluar asing terus meningkat, kebutuhan intervensi BI membesar, atau tekanan harga pangan dan energi mulai menular lebih luas ke inflasi.
Sebaliknya, pergerakan rupiah dalam satu hari dinilai belum cukup untuk menjadi alasan bagi BI mengubah arah kebijakan suku bunganya. (Aldo Fernando)