Menurut dia, sejumlah indikator masih memberikan ruang bagi BI untuk mempertahankan BI-Rate.
Rupiah berada di sekitar Rp17.800 per USD, sementara cadangan devisa meningkat menjadi USD146,5 miliar pada Agustus 2026 dari USD145,3 miliar pada Juli 2026, setara dengan 5,4 bulan impor.
Di pasar keuangan, arus dana asing juga mulai bergeser dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menuju Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor lebih panjang.
BI mencatat arus masuk ke SBN mencapai Rp40,8 triliun sepanjang tahun berjalan, dengan kepemilikan asing sekitar 13 persen. Sementara arus masuk ke SRBI mencapai sekitar Rp171 triliun.
Pada saat yang sama, imbal hasil SRBI terus menurun. Selisih imbal hasil SRBI tenor 12 bulan dengan BI-Rate kini menyempit menjadi sekitar 118 basis poin, dari sekitar 209 basis poin ketika BI terakhir menaikkan suku bunga.