Pada saat yang sama, Sandy menekankan soal data beras pecah perlu dipisahkan secara lebih rinci berdasarkan wilayah, spesifikasi, volume, dan tujuan penggunaan agar perkembangan pasar konsumsi dan industri dapat dibaca secara lebih akurat.
"Dengan pendekatan tersebut, klaim ketersediaan beras dapat benar-benar tercermin dalam harga dan pilihan produk yang ditemui konsumen,” urai Sandy.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan soal sebanyak delapan komoditas pangan strategis termasuk beras, tercatat telah mencapai status swasembada, dengan tiga di antaranya berhasil diekspor. Sementara stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 1 Juli 2026 berada di posisi 5,17 juta ton.
Berdasarkan perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi produksi beras nasional sepanjang tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton, tetap melampaui pencapaian tahun sebelumnya.
"Ini angka ini bukan saja dari BPS, tapi juga dari FAO. Jadi dari FAO mengatakan produksi kita 35 ton. BPS mengatakan kurang lebih 34,7 ton. Kemudian Amerika, United States Department of Agriculture, ini datanya juga 34,6 (ton),” kata Amran.