sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Swasembada Beras Dinilai Kontras dengan Kelangkaan dan Mahalnya Harga di Pasar

Economics editor Rohman Wibowo
03/10/2026 08:50 WIB
Klaim pemerintah mengenai tercapainya swasembada beras nasional yang ditandai dengan surplus produksi dan jaminan stok yang aman.
Swasembada Beras Dinilai Kontras dengan Kelangkaan dan Mahalnya Harga di Pasar. (Foto: iNews Media Group)
Swasembada Beras Dinilai Kontras dengan Kelangkaan dan Mahalnya Harga di Pasar. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Klaim pemerintah mengenai tercapainya swasembada beras nasional yang ditandai dengan surplus produksi dan jaminan stok yang aman dinilai berbanding terbalik dengan kondisi riil yang dihadapi masyarakat. 

Pasokan beras premium kini terpantau langka di sejumlah gerai ritel modern, sementara harga beras eceran di berbagai wilayah terus merangkak naik hingga melampaui batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Menanggapi situasi ini, Analis NEXT Indonesia Center Sandy Pramuji mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri hanya dengan menyatakan ketersediaan stok pangan dalam posisi aman. 

Menurutnya, gejolak harga yang menekan konsumen berakar pada persoalan rantai pasok yang jauh lebih rumit daripada sekadar ketersediaan fisik gabah dan beras di tingkat nasional.

“Ketika harga beras melambung bahkan di provinsi yang menjadi sentra produksi utama, itu merupakan sinyal kuat adanya tekanan biaya yang belum terurai secara tuntas, mulai dari tingkat gabah, penggilingan, hingga margin pedagang eceran,” ujar Sandy dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement