Menurut BI, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari IEK September 2026 sebesar 128,7, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 127,6.
Kenaikan IEK bersumber dari peningkatan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) yang masing-masing tercatat sebesar 136,9 dan 127,7, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 134,9 dan 125,7.
Dalam survei yang sama, BI juga mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 74,9 persen, meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 74,2 persen.
Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) dan proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) masing-masing tercatat sebesar 9,7 persen dan 15,4 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya 10,0 persen dan 15,8 persen.
Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kelompok Rp 1-2 juta yang mengalami sedikit penurunan menjadi 77,2 persen.