sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonom Sebut Langkah BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen sebagai Keputusan Tepat

Economics editor Anggie Ariesta
28/09/2026 10:00 WIB
Langkah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75 persen dinilai sebagai keputusan yang tepat.
Langkah BI mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75 persen dinilai sebagai keputusan yang tepat. (Foto: iNews Media Group)
Langkah BI mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75 persen dinilai sebagai keputusan yang tepat. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen, dan Lending Facility sebesar 6,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22-23 September 2026.

Kepala Ekonom BCA, David Sumual menilai keputusan tersebut merupakan langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa memberikan tekanan tambahan terhadap sektor riil. Menurut dia, BI masih dapat mengandalkan instrumen lindung nilai untuk menjaga stabilitas rupiah.

"Saya melihat bahwa penetapan penahanan BI Rate di level 5,75 persen masih menjadi langkah yang tepat karena masih dirasa efektif menjaga nilai rupiah, tercermin dari nilai rupiah yang stabil di level Rp17.500-Rp17.850. Agar tidak memberikan tekanan kenaikan suku bunga kepada sektor riil, nampaknya Bank Indonesia masih mengandalkan instrumen insentif hedging untuk melakukan stabilisasi rupiah," ujar David kepada IDXChannel.

David menambahkan, stabilitas rupiah dapat meredam tekanan inflasi dari barang impor. Di sisi lain, transmisi kenaikan suku bunga sebelumnya masih memberikan ruang bagi pertumbuhan kredit perbankan, yang tercermin dari pertumbuhan kredit sebesar 13,36 persen secara tahunan pada Agustus 2026.

Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai keputusan BI menahan suku bunga merupakan jeda taktis di tengah tekanan pasar keuangan global. Dia menilai langkah tersebut menjaga keseimbangan antara stabilitas rupiah dan ruang pertumbuhan ekonomi setelah BI menaikkan suku bunga secara kumulatif 100 basis poin pada Mei-Juli 2026.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement