Harapan akan pemulihan ekspor yang berkelanjutan telah membantu menenangkan investor yang gelisah dan meredam ketegangan regional yang terus berlanjut, sehingga mendorong penurunan harga minyak mentah berjangka global pada Jumat, demikian dilaporkan Reuters.
Namun, kontrak acuan minyak mentah Brent tetap berada di atas level USD100 per barel, membuat pasar tetap waspada terhadap tekanan inflasi akibat harga energi serta potensi siklus pengetatan kebijakan moneter.
Baik Federal Reserve (The Fed) maupun Bank of Japan (BoJ) telah menaikkan suku bunga minggu ini, sementara Bank of England (BOE) memberikan sinyal kuat bahwa kenaikan suku bunga mungkin akan dilakukan akhir tahun ini, yang menegaskan kekhawatiran para pembuat kebijakan mengenai inflasi.
Sementara itu, prospek pasokan masih sangat tidak pasti. Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyatakan pada Jumat bahwa sebuah kapal tanker berbendera Togo telah terkena serangan saat mencoba melakukan apa yang mereka sebut sebagai "pelayaran ilegal" melintasi Selat Hormuz, menurut laporan media pemerintah Iran.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan kepada Axios bahwa ia hampir mengambil keputusan besar mengenai apakah akan kembali melancarkan aksi militer berskala besar terhadap Iran. Menurut Axios, ia dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman pekan depan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York. (Febrina Ratna Iskana)