Selat Hormuz terletak tepat di lepas pantai selatan Iran dan secara efektif telah ditutup oleh Teheran tak lama setelah dimulainya serangan gabungan AS dan Israel terhadap negara tersebut pada akhir Februari.
Sementara itu, Selat Bab el-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan telah digunakan oleh Arab Saudi sebagai rute alternatif untuk mengirimkan minyak ke pasar global.
Serangan pekan lalu juga menyebabkan penutupan jalur pipa utama timur-barat yang membentang melintasi wilayah Arab Saudi, meskipun Bloomberg News melaporkan bahwa Riyadh kemungkinan akan segera memulihkan sebagian aliran minyak tersebut.
China sebagai pembeli utama minyak Iran, juga telah meningkatkan upaya diplomatik. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Washington dan Teheran untuk menahan diri dan membuka kembali Selat Hormuz, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan konsultasi dengan para pejabat China dan Pakistan, menurut laporan media.
Upaya China tersebut telah "menambah harapan bahwa gangguan pasokan mungkin akan mereda," ungkap para analis Deutsche Bank dalam sebuah catatan.