Dia memaparkan, pasar SBN terjaga dengan baik, mendukung biaya utang yang efisien. Spread yield SBN rupiah 10Y terhadap UST 10Y menyempit menjadi 188 bps, jauh mengecil dibanding kurun waktu dua dekade lalu yang dapat mencapai 1.000 bps. Kondisi ini mencerminkan kepercayaan investor yang tetap kuat serta fundamental pasar keuangan domestik yang terjaga.
“Ke depan, Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi peran APBN dan penguatan sinergi kebijakan. Kebijakan fiskal akan terus diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi dan investasi, memperkuat daya beli serta kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat pelaksanaan agenda pembangunan prioritas, dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan kesinambungan fiskal,” ujarnya.
(NIA DEVIYANA)