sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

KKP Dorong Kopdes Merah Putih Olah Lele dan Nila untuk Pasok Program MBG

Economics editor Tangguh Yudha
10/10/2026 18:46 WIB
Kementerian KKP mendorong Kopdes Merah Putih mengolah ikan lele dan nila hasil budi daya menjadi produk siap masak untuk memasok kebutuhan program Makan Bergizi
KKP Dorong Kopdes Merah Putih Olah Lele dan Nila untuk Pasok Program MBG. (Foto: Ilustrasi)
KKP Dorong Kopdes Merah Putih Olah Lele dan Nila untuk Pasok Program MBG. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mengolah ikan lele dan nila hasil budi daya menjadi produk siap masak untuk memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah diperlukan agar hasil budi daya dapat memenuhi kebutuhan pasar, mulai dari mutu, keamanan pangan, hingga bentuk produk yang sesuai dengan permintaan konsumen.

"Komoditas hasil budi daya ikan darat tematik yang dikembangkan KKP saat ini, yaitu lele dan nila, perlu ditangani dan diolah menjadi produk bernilai tambah, bermutu, aman, serta memenuhi permintaan dapur SPPG. Jika ini terpenuhi, para offtaker, termasuk dapur SPPG, akan semakin tertarik untuk menyerap produknya,” jelasnya dalam keterangan resminya, Sabtu (10/10/2026).

Trenggono menyampaikan bahwa KKP telah mengembangkan budi daya ikan darat berbasis bioflok di 100 lokasi Kopdes Merah Putih di Pulau Jawa. Untuk memperluas penyerapan hasil budi daya, KKP mempertemukan pengelola koperasi dengan calon pembeli dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hotel, restoran, jasa boga, dan ritel.

Ia menyebutkan, dari pertemuan tersebut diperoleh 15 surat minat atau *Letter of Interest* (LoI) dan dua perjanjian kerja sama penjualan produk olahan lele siap masak antara Kopdes Merah Putih dan SPPG di Kudus serta Rembang, Jawa Tengah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Erwin Dwiyana, mengatakan bahwa SPPG dan sektor jasa boga menjadi pasar potensial bagi produk perikanan yang diolah sesuai kebutuhan konsumen.

"SPPG, hotel, restoran, ritel dan jasa boga merupakan pasar potensial. Kami ingin unit usaha pengelolanya tidak hanya mampu memproduksi ikan, tetapi juga menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka," ujar Erwin.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement