IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan skema integrasi strategis untuk memasukkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke dalam ekosistem bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Inisiatif ini memposisikan Kadin sebagai katalisator sekaligus jembatan rantai pasok antara korporasi produsen dengan jaringan koperasi perdesaan untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang merata.
Kadin menekankan urgensi untuk mengambil posisi strategis di tengah arus distribusi barang dari pabrik menuju pelosok desa itu, terletak dalam hal agar suplai komoditas kebutuhan pokok yang diproduksi industri manufaktur dapat terserap optimal oleh jaringan koperasi rakyat.
"Kadin harus mengambil peran di tengah sebagai jembatan antara produsen dengan KDKMP karena produk seperti sembako diproduksi di pabrik, bukan di desa, sehingga peran mediator ini vital untuk mewujudkan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat," kata Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Koperasi dan UMKM Kadin Indonesia Nurdin Halid dalam rapat koordinasi nasional Kadin sektor Koperasi, UMKM dan Sosial, di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Penetapan peran penghubung ini berjalan beriringan dengan realisasi pembentukan 80.000 unit KDKMP oleh pemerintah yang kini telah merampungkan legalitas badan hukum, kepengurusan, serta tahapan rekrutmen manajer.
Sebanyak 30.000 gerai fisik dan pergudangan tercatat telah rampung dibangun untuk mengamankan hak alokasi jalur distribusi komoditas desa.
Kadin bakal memperkuat KDKMP melalui kemitraan industri, injeksi investasi, alih teknologi, konsolidasi produksi, standardisasi mutu, dan pembukaan akses pasar tanpa mengambil alih hak kepemilikan lokal.
Nurdin melanjutkan, penguatan kapasitas pelaku usaha akar rumput membutuhkan wadah konsolidasi terpadu agar mampu bersaing dalam skala ekonomi yang lebih efisien. Kadin juga lantas mendorong percepatan peningkatan skala bisnis melalui pembentukan entitas koperasi internal yang menjadi motor penggerak rantai pasok lokal.
"Kalau kita mau mempercepat UMKM naik kelas, satu-satunya wadah adalah mengoperasikan mereka ke dalam koperasi agar bisa menggarap bisnis material, distribusi sembilan bahan pokok, hingga peternakan ayam dan telur yang bermodal terjangkau," kata Nurdin.