IDXChannel - PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) berpeluang memasuki babak pertumbuhan baru melalui keterlibatannya dalam proyek Data Center CGK5 dan CGK7.
Kontrak tersebut dinilai dapat menjadi katalis penting bagi perubahan skala bisnis perseroan di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kebutuhan infrastruktur digital.
Analis pasar modal Menteng Kleb Institute Fauzan Luthsa mengatakan, keterlibatan SEMA sebagai pemasok Power Train Unit (PTU) dan SKID membuka peluang bagi perseroan untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok infrastruktur data center.
“Saya melihat kontrak CGK5 dan CGK7 ini bisa menjadi titik penting untuk perubahan skala bisnis perseroan. SEMA memang bukan penyedia keseluruhan sistem kelistrikan data center, tetapi masuk pada rantai yang cukup fundamental melalui penyediaan PTU dan SKID,” kata Fauzan, Kamis (8/10/2026).
Dengan asumsi kontrak tersebut dapat mendorong penjualan sekitar Rp2 triliun dan perseroan mampu mempertahankan margin laba bersih 10 persen, Fauzan memperkirakan laba bersih SEMA dapat mencapai sekitar Rp200 miliar pada 2027.
Dengan asumsi Price to Earnings Ratio (PER) sebesar 10 kali, laba tersebut secara teoretis menghasilkan kapitalisasi pasar sekitar Rp2 triliun. Jika jumlah saham beredar sekitar 1,35 miliar dan tidak berubah, skenario tersebut ekuivalen dengan valuasi sekitar Rp1.481 per saham, atau mendekati Rp1.500.
Angka-angka tersebut merupakan skenario valuasi berdasarkan asumsi analis, bukan target resmi perseroan atau jaminan harga saham.
Sementara itu ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, melihat pertumbuhan infrastruktur digital masih cukup kuat dalam tiga sampai lima tahun ke depan.