“Masih cukup optimistis, 3-5 tahun ke depan untuk pertumbuhan infrastruktur, terutama karena demand AI,” kata Dipo.
Menurutnya, investasi data center berpotensi menciptakan efek berganda bagi industri domestik, termasuk pemasok infrastruktur kelistrikan.
“Kalau yang lebih dasar, peralatannya, misalnya kelistrikan, selama standarnya internasional harusnya di Indonesia pun seharusnya itu menciptakan multiplier effect,” katanya.
Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, Ian Yosef M. Edward, menilai pertumbuhan AI akan meningkatkan kebutuhan fasilitas data center berkapasitas tinggi.
“Dengan peningkatan pemanfaatan AI yang akan signifikan beberapa tahun ke depan, maka diperlukan peningkatan kapasitas data center khusus dan data center dengan GPU as a Service,” kata Ian.
“Peluangnya sangat besar karena kebutuhan penggunaan GPU as a Service berbanding lurus dengan ketersediaan infrastruktur kelistrikan dan equipment pendukung yang disediakan perusahaan lokal dengan harga yang lebih kompetitif,” lanjutnya.
Dalam keterbukaan informasi Nomor SI-344/KI-Corsec/09/2026 tanggal 30 September 2026, SEMA menjelaskan bahwa perseroan memperoleh kontrak terkait proyek Data Center CGK5 dan CGK7 sebagai pemasok PTU dan SKID.
Perseroan mengategorikannya sebagai Kontrak Penting karena nilai yang sangat material, besarnya skala pekerjaan, dan relevansinya terhadap strategi pengembangan usaha.