Dia menambahkan, pengelolaan APBN yang kredibel dan terukur menjadi jangkar utama yang mempertahankan daya tarik instrumen utang pemerintah di mata pemodal internasional.
"RI masih relatif oke, kita ada spread yang tetap membuat bisa mengundang pemodal asing untuk beli SBN kita," jelas Suahasil.
Kementerian Keuangan memastikan pembiayaan utang terus dikelola secara prudent, terukur, dan disiplin dengan memperhitungkan kondisi kas negara serta dinamika pasar. Langkah ini diimbangi strategi active cash and debt management demi menjamin ketersediaan likuiditas yang memadai, menekan biaya utang agar tetap efisien, serta mengendalikan risiko secara terukur.
Dengan capaian yang telah melampaui 60 persen dari target tahunan tersebut, pemerintah optimistis pembiayaan APBN 2026 akan terus berjalan sesuai target tanpa memicu gejolak pada stabilitas pasar keuangan domestik.
(DESI ANGRIANI)