Anindya menambahkan, transformasi industri berbasis teknologi menjadi semakin mendesak mengingat Indonesia memiliki waktu terbatas untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah.
Ia memperkirakan Indonesia perlu meningkatkan pendapatan per kapita dari sekitar USD5.000 menjadi USD14.000 dalam kurun waktu 20 tahun untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi.
"Kita harus tumbuh dari USD5.000 per kapita menjadi sekitar USD14.000 per kapita dalam 20 tahun. Sekarang, 20 tahun adalah waktu yang lama, tapi kita hanya punya satu kesempatan untuk membuatnya," ucapnya.
Selain teknologi, Anindya menilai Indonesia membutuhkan tenaga kerja terampil, pembiayaan jangka panjang, serta pasar modal yang solid dan tepercaya untuk mendukung transformasi ekonomi.
"Saya pikir agar kita bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah, kita butuh banyak orang, dan kita butuh untuk memikirkan bagaimana melatih mereka dengan cepat, karena dalam 20 tahun, di satu sisi mereka butuh pekerjaan, 4 sampai 5 juta pekerjaan, di sisi lain kita butuh banyak orang yang baik. Dan saya pikir kita juga butuh patient capital. Oleh karena itu, kemampuan untuk mempertahankan pasar modal yang solid dan tepercaya," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)