Dia menerangkan, penguasaan rantai nilai mineral menjadi semakin penting di tengah agenda transisi energi dan transformasi teknologi global. Ketahanan energi, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber energi, tetapi juga kemampuan suatu negara menguasai bahan baku teknologi, kapasitas manufaktur, dan rantai pasok industri.
Di sisi lain, Tri menekankan percepatan hilirisasi harus tetap berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan. Kegiatan pertambangan dan pengolahan mineral harus menerapkan good mining practices, termasuk keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, kepatuhan, reklamasi pascatambang, efisiensi energi, serta pengelolaan limbah.
"Keberlanjutan bukan hanya merupakan aksesori dari kebijakan hilirisasi, namun juga keberlanjutan adalah prasyarat dari daya saing yang nyata," ujarnya.
Pemerintah juga memperkuat pengawasan melalui digitalisasi, antara lain dengan memanfaatkan Minerba One Map Indonesia (MOMI), MODI, MOMS, dan Pelita. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan tata kelola, pengawasan, kepatuhan, serta keterlacakan rantai pasok sektor minerba.
(Dhera Arizona)