Kondisi tersebut, kata Tri, menunjukkan aktivitas ekonomi mulai bergerak mendekati wilayah sumber daya. Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menciptakan nilai tambah terhadap komoditas mineral, tetapi juga mendorong persebaran aktivitas ekonomi ke daerah penghasil sumber daya.
Selain itu, pemerintah saat ini mencatat terdapat 26 proyek hilirisasi strategis nasional yang tengah dikembangkan dengan nilai investasi sekitar Rp225 triliun.
Tri menilai hilirisasi memberikan sedikitnya empat dampak utama bagi perekonomian Indonesia, yakni meningkatkan nilai tambah, memperkuat penerimaan negara, mendorong investasi dan kesempatan kerja, serta membangun fondasi industri strategis nasional.
"Jelas hilirisasi menghasilkan setidaknya empat dampak, yaitu nilai tambah yang meningkat, penerimaan negara menguat, investasi dan kesempatan kerja berkembang, serta yang paling penting adalah fondasi industri strategis nasional yang semakin terbentuk," katanya.