sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Danantara Targetkan Restrukturisasi PTPN I Dimulai 1 Januari 2027

Economics editor Rohman Wibowo
28/10/2026 09:45 WIB
BPI Danantara Indonesia bersama BP BUMN mempercepat agenda restrukturisasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I).
Danantara Targetkan Restrukturisasi PTPN I Dimulai 1 Januari 2027. (Foto Istimewa)
Danantara Targetkan Restrukturisasi PTPN I Dimulai 1 Januari 2027. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN mempercepat agenda restrukturisasi PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) yang dipatok mulai berjalan efektif pada 1 Januari 2027 demi menyehatkan fundamental bisnis korporasi.

Langkah pembenahan tersebut dimatangkan dalam pertemuan antara pimpinan Danantara dan jajaran Direksi PTPN Group di Wisma Danantara Indonesia, pada baru-baru ini, untuk merapikan portofolio usaha sekaligus meletakkan fondasi pertumbuhan agribisnis berkelanjutan.

"Restrukturisasi PTPN I kami targetkan berjalan efektif per 1 Januari 2027 agar perseroan memiliki kondisi bisnis yang benar-benar sehat dan leluasa mengekspansi usahanya," ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam keterangan resmi dilansir dari laman BP BUMN, Rabu (28/10/2026).

Percepatan restrukturisasi ini melanjutkan tren pemulihan kinerja PTPN I yang pada tahun buku 2025 berhasil membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) positif sebesar Rp1,9 triliun.

Untuk menjaga momentum penyehatan tersebut, Danantara memfokuskan restrukturisasi pada penataan ulang portofolio aset, pembenahan struktur pembiayaan, hingga penerapan skema transaksi nontunai demi meringankan beban neraca perusahaan.

"Prinsipnya seluruh entitas di dalam grup harus sehat, baik PTPN I, PalmCo, maupun SugarCo, sehingga masing-masing memiliki kapasitas finansial yang kuat untuk mengembangkan bisnis secara mandiri," kata Dony.

Pada lini operasional, program penyehatan korporasi ini ditopang oleh peningkatan produktivitas komoditas perkebunan utama penopang PTPN I, khususnya karet, teh, dan kopi.

Penguatan sinergi antarsubholding di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang secara konsolidasi mencetak laba bersih Rp6,39 triliun sepanjang 2025, lantas diharapkan memperlebar ruang penetrasi pasar sekaligus mendongkrak daya saing PTPN Group di tingkat global.

"Penataan menyeluruh ini bukan sekadar mengubah struktur organisasi, melainkan memastikan produktivitas komoditas unggulan meningkat optimal demi memperkuat daya saing perkebunan nasional," ujar Dony.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement