Untuk menjaga momentum penyehatan tersebut, Danantara memfokuskan restrukturisasi pada penataan ulang portofolio aset, pembenahan struktur pembiayaan, hingga penerapan skema transaksi nontunai demi meringankan beban neraca perusahaan.
"Prinsipnya seluruh entitas di dalam grup harus sehat, baik PTPN I, PalmCo, maupun SugarCo, sehingga masing-masing memiliki kapasitas finansial yang kuat untuk mengembangkan bisnis secara mandiri," kata Dony.
Pada lini operasional, program penyehatan korporasi ini ditopang oleh peningkatan produktivitas komoditas perkebunan utama penopang PTPN I, khususnya karet, teh, dan kopi.
Penguatan sinergi antarsubholding di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang secara konsolidasi mencetak laba bersih Rp6,39 triliun sepanjang 2025, lantas diharapkan memperlebar ruang penetrasi pasar sekaligus mendongkrak daya saing PTPN Group di tingkat global.
"Penataan menyeluruh ini bukan sekadar mengubah struktur organisasi, melainkan memastikan produktivitas komoditas unggulan meningkat optimal demi memperkuat daya saing perkebunan nasional," ujar Dony.
(Dhera Arizona)