sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bahlil Bidik Hilirisasi Indonesia Tembus USD618 Miliar hingga 2040

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
15/10/2026 15:39 WIB
Peta jalan hilirisasi lintas sektor tersebut akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Bahlil Bidik Hilirisasi Indonesia Tembus USD618 Miliar hingga 2040 (Foto: iNews Media Group)
Bahlil Bidik Hilirisasi Indonesia Tembus USD618 Miliar hingga 2040 (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah menargetkan nilai hilirisasi Indonesia mencapai USD618 miliar pada 2040. Target tersebut akan ditopang pengembangan hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, kehutanan, perikanan, hingga pertanian.

Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan, hilirisasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekspor Indonesia. 

"Master plan ke depan hilirisasi Indonesia pada tahun 2040 target kita mencapai USD618 miliar. Dan hilirisasi ini sesungguhnya dilakukan dari semua sektor," kata Bahlil dalam paparan pada pembukaan Trade Expo Indonesia ke-41 Tahun 2026 di ICE BSD, Rabu (14/10/2026).

Menurut dia, peta jalan hilirisasi lintas sektor tersebut akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah ingin memastikan pengelolaan sumber daya alam tidak berhenti pada kegiatan ekstraksi dan penjualan bahan mentah, tetapi dilanjutkan melalui industrialisasi dan pengembangan ekosistem industri dari hulu hingga hilir.

Bahlil mencontohkan, perkembangan hilirisasi nikel yang dinilai mampu meningkatkan nilai ekspor komoditas tersebut secara signifikan. Dia menyebut nilai ekspor nikel Indonesia pada 2017–2018 masih sekitar USD3,3 miliar.

Setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel dan mendorong pembangunan industri pengolahan di dalam negeri, nilai ekspor sektor tersebut meningkat menjadi USD34 miliar pada 2023 dan melampaui USD40 miliar pada 2025. Pada 2026, Bahlil menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia mencapai sedikitnya USD45 miliar.

Menurut Bahlil, pengalaman hilirisasi nikel menunjukkan bahwa pengolahan sumber daya alam di dalam negeri dapat memperbesar nilai tambah ekonomi. Pemerintah pun ingin memperluas pendekatan serupa ke sektor-sektor lain yang memiliki potensi sumber daya alam besar.

Penciptaan nilai tambah tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi dan politik nasional.

Bahlil mengaitkan strategi tersebut dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," tutur dia.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement