Dia mengingatkan bahwa keputusan investasi wajib memperhitungkan aspek pengendalian risiko dan aspek keterjangkauan dana, bukan semata mengejar imbal hasil (return).
“Tentunya dengan mitigasi risiko ya, karena yang penting dalam pengelolaan keuangan itu bukan hanya cari return, tapi how we mitigate the risk dan seberapa banyak likuiditas yang dimiliki oleh nasabah,” ujarnya.
Wealth Management Advisory Head PT Bank OCBC NISP Tbk, Diamond Stole menambahkan, pertumbuhan AUM OCBC mencakup beragam produk investasi, seperti reksa dana, obligasi, asuransi, valuta asing (forex), hingga produk emas.
Seiring perluasan kapabilitas advisory dan kanal digital, OCBC juga membukukan lonjakan aktivitas investasi berbasis aplikasi.
Sepanjang tahun 2025, transaksi digital untuk produk wealth management melesat 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar separuh dari total transaksi digital tersebut disumbang oleh pembelian produk obligasi secara daring.
Rahmat Fiansyah)