IDXChannel - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatatkan pertumbuhan tahunan majemuk (Compound Annual Growth Rate/CAGR) dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) sebesar 29 persen pada bisnis wealth management sepanjang periode 2022 hingga 2025. Kenaikan tersebutditopang oleh melonjaknya minat masyarakat terhadap produk investasi serta kemudahan akses instrumen keuangan.
Premier Banking Segment Head PT Bank OCBC NISP Tbk, Stephanie M. Kristanto mengungkapkan bahwa di tengah dinamika pasar keuangan saat ini, Surat Berharga Negara (SBN) menjadi salah satu opsi investasi utama bagi nasabah lantaran memiliki karakteristik yang cenderung konservatif.
“Karena nasabah kami itu cukup konservatif dan dan mengingat tren belakangan ini cukup besar dari pemerintah meningkatkan edukasi terhadap obligasi,” ujar Stephanie dalam peluncuran OCBC Premier One di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Meski obligasi mendominasi minat nasabah, Stephanie menekankan bahwa pengelolaan kekayaan tidak boleh bertumpu pada satu instrumen saja. OCBC secara proaktif memberikan rekomendasi portofolio yang terdiversifikasi sesuai dengan profil risiko serta kebutuhan likuiditas pemodal.
“Walaupun obligasi itu adalah pilihan produk untuk saat ini, tentu saja kami juga memberikan solusi rekomendasi untuk produk keuangan lainnya dalam kondisi seperti ini,” kata Stephanie.
Dia mengingatkan bahwa keputusan investasi wajib memperhitungkan aspek pengendalian risiko dan aspek keterjangkauan dana, bukan semata mengejar imbal hasil (return).
“Tentunya dengan mitigasi risiko ya, karena yang penting dalam pengelolaan keuangan itu bukan hanya cari return, tapi how we mitigate the risk dan seberapa banyak likuiditas yang dimiliki oleh nasabah,” ujarnya.
Wealth Management Advisory Head PT Bank OCBC NISP Tbk, Diamond Stole menambahkan, pertumbuhan AUM OCBC mencakup beragam produk investasi, seperti reksa dana, obligasi, asuransi, valuta asing (forex), hingga produk emas.
Seiring perluasan kapabilitas advisory dan kanal digital, OCBC juga membukukan lonjakan aktivitas investasi berbasis aplikasi.
Sepanjang tahun 2025, transaksi digital untuk produk wealth management melesat 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar separuh dari total transaksi digital tersebut disumbang oleh pembelian produk obligasi secara daring.
Rahmat Fiansyah)