masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek apabila biaya dana masih tinggi dan persaingan penghimpunan dana tetap ketat sedangkan suku
bunga global mengarah pada peningkatan.
Namun demikian, prospek NIM akan sangat bergantung pada efektivitas transmisi kebijakan suku bunga, kondisi likuiditas perbankan, serta keberlanjutan pertumbuhan kredit.
Apabila pertumbuhan kredit dapat terus meningkat dengan kualitas yang tetap terjaga dan tekanan biaya dana mulai mereda, maka ruang stabilisasi NIM akan semakin terbuka.
Dalam rangka menjaga ketahanan industri perbankan, OJK terus melakukan pengawasan terhadap kondisi likuiditas, profitabilitas, dan manajemen risiko perbankan.
OJK juga mendorong perbankan untuk menjalankan strategi bisnis yang sehat dan berkelanjutan, termasuk melalui optimalisasi struktur pendanaan, peningkatan efisiensi, pengelolaan risiko yang baik, serta pertumbuhan kredit yang berkualitas.