IDXChannel - Fenomena El Nino perlu menjadi salah satu risiko yang patut dicermati, khususnya karena berpotensi menyebabkan kondisi cuaca yang lebih kering dan musim kemarau berkepanjangan sehingga meningkatkan risiko kekeringan, gangguan produksi, serta kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KE PBKN) Dian Ediana Rae menuturkan, dari perspektif sektor keuangan, El Nino yang menjadi salah satu cakupan dalam Risiko iklim, dan menjadi salah satu fokus pengaturan dan pengembangan OJK mengingat dampaknya berpotensi menjalar dari sektor riil ke sektor keuangan dan pada akhirnya memengaruhi kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, dan tingkat permodalan bank.
"Risiko iklim, dalam hal ini El Nino, memberikan dampak yang dirasakan utamanya kepada sektor ekonomi yang memiliki ketergantungan yang sangat tinggi pada kondisi cuaca, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta industri makanan dan minuman," katanya dalam jawaban tertulis Sabtu (26/9/2026).
Gangguan terhadap produksi dan aktivitas usaha, meningkatnya biaya operasional, serta menurunnya pendapatan dapat memengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya (kemampuan membayar kredit).
Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL).