Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 1.070 kapal yang membawa 45,2 juta metrik ton pada Agustus 2025.
Rabie mengatakan angka-angka tersebut menunjukkan peningkatan 27 persen dalam lalu lintas kapal dan 51,1 persen dalam kargo bersih.
Pendapatan meningkat tajam dari USD326 juta menjadi USD567,1 juta (Rp10 triliun).
Pengumuman ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di sekitar Selat Bab al-Mandab, yang menghubungkan Laut Merah dan Samudera Hindia dan berfungsi sebagai pintu gerbang menuju Terusan Suez dari Asia. (Wahyu Dwi Anggoro)