"Selanjutnya, pada 29 September 2026 tercatat sekitar 24,84 hektare lahan terbakar. Dari luasan tersebut, sekitar 22,5 hektare berhasil dipadamkan dan tersisa sekitar 2,34 hektare untuk ditangani pada operasi berikutnya," kata dia.
Dia memaparkan, karhutla di Provinsi Jambi juga tercatat sejak 1 Januari 2026. Berdasarkan pemutakhiran data pada Rabu (30/9) pukul 22.55 WIB, dari total lahan yang harus dipadamkan pada 29 September 2026 seluas 105,5 hektare, sebanyak 91,5 hektare berhasil dipadamkan sehingga tersisa sekitar 14 hektare pada dua firespot yang akan ditangani pada operasi berikutnya.
Berikutnya, karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah terjadi sejak Kamis (15/1) pukul 17.25 WIB. Berdasarkan pemutakhiran data pada Rabu (30/9), total lahan yang harus dipadamkan pada hari tersebut mencapai 157,3 hektare yang tersebar pada 43 firespot.
Sebanyak 129,7 hektare berhasil dipadamkan melalui operasi darat dan udara. Sementara sekitar 27,6 hektare pada 10 firespot masih dalam penanganan dan akan dilanjutkan pada operasi pemadaman berikutnya.
Sementara itu, karhutla di Provinsi Sumatera Selatan telah berlangsung sejak 1 Januari 2026. Berdasarkan pemutakhiran data pada Rabu (30/9) pukul 08.50 WIB, penanganan multipihak terus dilakukan pada sejumlah titik api yang masih aktif. Pada 29 September 2026 tercatat sekitar 363,44 hektare lahan terbakar.