sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ribuan Sekolah Rusak Akibat Bencana Sumatera, Renovasi Ditargetkan Rampung 3 Tahun

News editor Riyan Rizki Roshali
23/09/2026 17:31 WIB
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk membiayai perbaikan dan renovasi sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Sumatera.
Ribuan Sekolah Rusak Akibat Bencana Sumatera, Renovasi Ditargetkan Rampung 3 Tahun. (Foto: Istimewa)
Ribuan Sekolah Rusak Akibat Bencana Sumatera, Renovasi Ditargetkan Rampung 3 Tahun. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan bahwa terdapat 4.922 sekolah di tiga provinsi yang rusak imbas bencana Sumatera. Pemerintah saat ini telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk perbaikan dan renovasi sekolah.

Tito mengatakan anggaran tersebut berasal dari pos Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Jumlah kerusakan bangunan sekolah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh berada di level yang masif.

“Beliau menggunakan anggaran dari reguler ditambah dengan dari Kementerian Keuangan tambahan, yang totalnya lebih kurang Rp5 triliunan. Itu digunakan untuk melakukan rehab dan rekonstruksi 4.922 sekolah se-tiga provinsi. Jadi jumlahnya jujur cukup masif ini,” kata Tito kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).

Tito menjelaskan bahwa perbaikan ribuan sekolah yang rusak akibat bencana di Sumatera tidak bisa dilakukan secara cepat. Ditargetkan waktu perbaikan semua sekolah selesai dalam tiga tahun.

“Sebetulnya waktunya adalah tiga tahun, tapi saya paham dari paparan beliau tadi, beliau berusaha untuk secepat mungkin selesai. Agar proses belajar mengajarnya juga berlangsung dalam suasana yang ideal, bukan lagi darurat," tuturnya.

Tito menyebut, dari total 4.922 sekolah yang mengalami kerusakan, ada 97 yang harus direlokasi karena tanahnya hilang akibat longsor hingga terbawa arus banjir.

"Ada yang sudah selesai (perbaikannya) 100 persen, ada juga yang masih 70–99 persen, dan ada 616 di bawah 50 persen. Ada beberapa hambatan, di antaranya adalah masalah 97 titik sekolah yang harus direlokasi karena tanahnya hilang, kena longsor, kena banjir, atau di daerah yang rawan, sehingga memang harus dipindahkan," imbuh Tito.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menambahkan, ada lima program yang disiapkan dalam penanganan sekolah-sekolah rusak imbas bencana Sumatera. 

Pertama, adalah pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak ringan, yang rusak berat, maupun yang memang harus dibangun total.

"Kedua adalah program pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran. Kami memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah itu, pertama, peralatan belajar, yaitu meja, kursi, laboratorium, dan sebagainya. Kemudian buku-buku pelajaran, dan juga bantuan-bantuan untuk mendukung dan memastikan pembelajaran berlangsung sebagaimana mestinya," ucapnya.

Pemerintah juga memberikan bantuan untuk guru-guru dalam bentuk pelatihan dan juga insentif. Kemendikdasmen memberikan insentif untuk guru-guru yang terdampak dan tenaga kependidikan yang terdampak.

"Kemudian yang keempat adalah bantuan yang kami berikan kepada satuan pendidikan agar mereka dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya dukungan, dukungan kegiatan belajar," tambahnya.

Sementara di program kelima, Kemendidasmen akan melakukan pendataan terhadap siswa kelas 12 yang terdampak bencana di Sumatera agar bisa mengikuti tes kemampuan akademik sesuai jadwal.

"Kami sudah melakukan pendataan dan memastikan bahwa murid-murid SMA dan yang sederajat nanti dapat mengikuti tes kemampuan akademik di bulan Oktober ini dengan sebaik-baiknya, baik yang diselenggarakan di sekolah sendiri maupun yang menumpang di sekolah yang lainnya," jelasnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement