Tito menyebut, dari total 4.922 sekolah yang mengalami kerusakan, ada 97 yang harus direlokasi karena tanahnya hilang akibat longsor hingga terbawa arus banjir.
"Ada yang sudah selesai (perbaikannya) 100 persen, ada juga yang masih 70–99 persen, dan ada 616 di bawah 50 persen. Ada beberapa hambatan, di antaranya adalah masalah 97 titik sekolah yang harus direlokasi karena tanahnya hilang, kena longsor, kena banjir, atau di daerah yang rawan, sehingga memang harus dipindahkan," imbuh Tito.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menambahkan, ada lima program yang disiapkan dalam penanganan sekolah-sekolah rusak imbas bencana Sumatera.
Pertama, adalah pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak ringan, yang rusak berat, maupun yang memang harus dibangun total.
"Kedua adalah program pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran. Kami memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah itu, pertama, peralatan belajar, yaitu meja, kursi, laboratorium, dan sebagainya. Kemudian buku-buku pelajaran, dan juga bantuan-bantuan untuk mendukung dan memastikan pembelajaran berlangsung sebagaimana mestinya," ucapnya.