TechnoGIS mengembangkan teknologi geospasial untuk mendukung pemetaan wilayah terdampak bencana. Salah satu produknya, NiVO VTOL, mampu menyediakan data geospasial dan analisis secara real time.
TechnoGIS juga memiliki Blue Marine Echosounder untuk mengukur kedalaman bawah laut dan menganalisis sedimen. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memetakan jalur patahan bawah laut serta perubahan alur sungai akibat sedimentasi atau banjir.
Sementara itu, BATARI Energy mengembangkan solusi energi bersih, termasuk panel surya, sistem penyimpanan energi pintar, dan perangkat energi portabel untuk menyediakan energi darurat pascabencana.
Perusahaan tersebut juga mengembangkan baterai berkapasitas tinggi dan berbobot ringan untuk mendukung pengoperasian drone dalam pemetaan wilayah terdampak bencana.
Adie menjelaskan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kemandirian teknologi kebencanaan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mendukungnya.