sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menperin Usulkan Insentif untuk Mobil Hybrid dan PHEV, Pembahasan Ditargetkan Tahun Ini

Economics editor Kurnia Nadya
22/10/2026 10:45 WIB
Upaya pemberian insentif ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan industri otomotif nasional.
Menperin Usulkan Insentif untuk Mobil Hybrid dan PHEV, Pembahasan Ditargetkan Tahun Ini. (Foto: Kemenperin)
Menperin Usulkan Insentif untuk Mobil Hybrid dan PHEV, Pembahasan Ditargetkan Tahun Ini. (Foto: Kemenperin)

IDXChannel—Menteri Perindustrian Sarmuji mendorong pemberian insentif nonfiskal untuk kendaraan berteknologi hybrid, i (PHEV), dan range-extended electric vehicle (REEV). 

Upaya pemberian insentif ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan industri otomotif nasional. Insentif ini dapat diberikan dalam bentuk kemudahan administrasi, pembebasan aturan ganjil-genap, hingga penyediaan fasilitas parkir khusus. 

Sarmuji menegaskan, Kemenperin akan berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, dan stakeholders terkait untuk membahas kemungkinan penerapan insentif. Pembahasan diperlukan mengingat kebijakan nonfiskal, seperti pengaturan lalu lintas dan fasilitas parkir, melibatkan kewenangan instansi terkait serta pemerintah daerah.

“Kementerian Perindustrian pasti akan mendukung dan mengomunikasikan ini kepada stakeholder yang lain supaya industri jenis kendaraan ini akan berkembang di masa-masa yang akan datang,” kata Sarmuji dalam keterangan resminya (22/10/2026).

Selain itu, pemerintah juga mengkaji kemungkinan pemberian insentif fiskal, misalnya melalui keringanan pajak. Namun, Sarmuji menekankan bahwa besaran insentif tidak harus disamakan dengan fasilitas yang telah diberikan kepada kendaraan listrik berbasis baterai penuh.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement