sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi Nataru 2026/2027, Ini Rincian dan Kuotanya

News editor Shifa Nurhaliza Putri
08/11/2026 20:18 WIB
Adapun penjualan tiket kereta api dan penyeberangan ASDP dimulai pada 7 November 2026. Berikut rincian diskon transportasi Nataru 2026/2027.
Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi Nataru 2026/2027, Ini Rincian dan Kuotanya
Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi Nataru 2026/2027, Ini Rincian dan Kuotanya

IDXChannel - Pemerintah menyiapkan program diskon tarif transportasi untuk periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Program stimulus tersebut mencakup empat moda transportasi, yakni kereta api, angkutan laut, penyeberangan, dan angkutan udara. Besaran diskon serta kuota penerima manfaat berbeda untuk masing-masing moda.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, kebijakan diskon transportasi merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kemudahan akses transportasi dengan tarif lebih terjangkau selama periode libur akhir tahun.

“Periode Nataru ini merupakan salah satu momen yang sangat penting. Nataru menjadi momentum yang sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Dradjad pada Minggu (8/11/2026).

Dia menjelaskan, program diskon transportasi telah disiapkan sejak triwulan II 2026 bersamaan dengan pembahasan stimulus liburan sekolah.

Pelaksanaan diskon untuk kereta api, angkutan laut, dan penyeberangan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri/kepala badan, yakni Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Kepala BP BUMN yang diterbitkan pada 5 Juni 2026.

SKB tersebut mengatur penugasan kepada BUMN transportasi dalam pelaksanaan diskon tarif selama periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Sementara itu, diskon tiket pesawat diberlakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77 Tahun 2026 mengenai insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk jasa angkutan udara.

Penjualan tiket dengan program diskon telah dibuka secara bertahap. Tiket pesawat mulai dijual pada 26 Oktober 2026, disusul tiket kapal PELNI pada 27 Oktober 2026. Adapun penjualan tiket kereta api dan penyeberangan ASDP dimulai pada 7 November 2026.

Berikut rincian diskon transportasi Nataru 2026/2027:

1. Diskon Tiket Kereta Api KAI
- Besaran diskon: 30 persen dari harga tiket.
- Berlaku untuk: Penumpang kereta api kelas ekonomi komersial.
- Periode perjalanan: 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.
- Durasi: 14 hari.
- Kuota: 1.043.896 penumpang.
- Pembelian tiket: Seluruh kanal resmi penjualan tiket KAI.

2. Diskon Tiket Kapal PELNI
- Besaran diskon: 30 persen dari tarif dasar atau setara 27 persen dari total harga tiket.
- Berlaku untuk: Penumpang kelas ekonomi.
- Periode perjalanan: 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
- Durasi: 25 hari.
- Kuota: 414.630 penumpang.
- Pembelian tiket: Seluruh kanal resmi penjualan tiket PELNI.

3. Diskon Tarif Penyeberangan ASDP
- Besaran diskon: 100 persen jasa kepelabuhanan atau setara 21 persen dari tarif terpadu.
- Cakupan: Delapan lintasan di 14 pelabuhan.
- Periode perjalanan: 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
- Durasi: 20 hari.
- Kuota: 188.909 penumpang pejalan kaki dan 467.118 unit kendaraan golongan II dan IVA atau setara 1,4 juta jiwa.
- Pembelian tiket: Aplikasi Ferizy.

4. Diskon Tiket Pesawat
- Besaran diskon: Sekitar 11-12 persen.
- Komponen diskon: Pembebasan 100 persen PPN DTP serta potongan 50 persen PJP2U dan PJP4U.
- Periode perjalanan: 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
- Durasi: 20 hari.
- Kuota: 3.751.958 penumpang.
- Pembelian tiket: Seluruh kanal penjualan tiket maskapai.

Pemerintah berharap pemberian stimulus tersebut dapat meningkatkan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun. Peningkatan aktivitas perjalanan diharapkan turut memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi di berbagai daerah.

Dradjad menegaskan, pelaksanaan program diskon transportasi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah dengan BUMN. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap moda transportasi dengan tarif terjangkau.

“Sebagai penutup, izinkan saya menegaskan kembali komitmen Pemerintah untuk terus menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dalam rangka menjaga daya beli, serta menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat, inklusif, berkelanjutan, dan dirasakan manfaatnya bagi seluruh rakyat banyak,” pungkas Dradjad.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement