IDXChannel - Bank asal Prancis, Credit Mutuel Arkea, pada Kamis (5/11/2026) mengatakan bahwa peretas telah mencuri dana sekitar 100 juta euro dalam aksi pembobolan siber.
Melansir Reuters, Bank tersebut tengah berupaya memulihkan dana yang dicuri. Kasus ini tergolong langka karena pelaku kejahatan siber berhasil mencuri uang secara langsung dari bank konvensional.
Serangan siber yang diumumkan pada Rabu tersebut terjadi setelah pencurian aset kripto senilai USD6,3 miliar dari Binance pada pekan lalu, serta gelombang serangan siber yang menargetkan kulkas yang terhubung ke internet di Eropa. Jaksa Prancis mengatakan tengah menyelidiki kasus pencurian tersebut.
Dalam pernyataannya pada Rabu, Credit Mutuel Arkea mengatakan para pelaku menggunakan rekening milik bank untuk melakukan transaksi penipuan.
Bank menegaskan dana yang dicuri bukan dalam bentuk mata uang kripto, tetapi kemungkinan telah dikonversi menjadi aset kripto setelah dicuri.
Credit Mutuel Arkea untuk sementara menghentikan sejumlah transaksi sebagai langkah pencegahan. Kebijakan tersebut menyebabkan keterlambatan pada beberapa transfer, tetapi bank memastikan aset nasabah tidak terdampak.
Seorang juru bicara membantah pemberitaan media yang menyebut anak usaha perbankan digitalnya, Fortuneo, sebagai pintu masuk serangan tersebut. Dia menegaskan bahwa baik divisi tersebut maupun rekening nasabahnya tidak terlibat dalam insiden itu.
Pakar keamanan siber mengatakan kepada Reuters bahwa meskipun serangan siber merupakan hal yang umum terjadi, pencurian uang secara digital langsung dari sebuah bank tergolong tidak biasa.
CEO perusahaan keamanan siber dan rekayasa keamanan RedSecLabs, Rafay Baloch, mengatakan serangan terhadap Credit Mutuel merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa.
“Kami melihat banyak serangan canggih yang menargetkan lapisan aplikasi (application layer), serta serangan rekayasa sosial (social engineering) yang semakin canggih terhadap lembaga perbankan,” ujarnya.