Prancis Buka Penyelidikan
Kantor Kejaksaan Paris mengatakan unit kejahatan sibernya menerima laporan dari Credit Mutuel Arkea pada Rabu dan langsung membuka penyelidikan yang dipimpin oleh kepolisian Prancis khusus kejahatan siber.
Juru bicara Credit Mutuel Arkea menolak mengungkapkan identitas penyedia layanan pihak ketiga yang platformnya digunakan dalam serangan tersebut. Dia mengatakan bank telah memberitahukan insiden itu kepada Bank Sentral Eropa (ECB), otoritas pengawas perbankan Prancis, serta kejaksaan. Sementara itu, regulator perbankan Prancis, ACPR, menolak berkomentar.
Meskipun peretasan yang berhasil menargetkan lembaga keuangan besar tergolong jarang, regulator keuangan di berbagai negara telah meningkatkan peringatan mengenai risiko serangan siber, terutama seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Setiap kali terjadi serangan terhadap sistem keuangan, hal itu merupakan masalah besar,” kata Managing Director Nardello & Co di Paris, Puneet Kakkar.
Credit Mutuel Arkea yang berbasis di Brittany, Prancis, merupakan kelompok perbankan koperasi dengan lebih dari 5,8 juta nasabah dan aset senilai 211,5 miliar euro. Bank tersebut merupakan bagian dari jaringan perbankan Credit Mutuel yang lebih luas dan berafiliasi dengan badan pusat jaringan tersebut, tetapi tetap memiliki otonomi strategis yang signifikan.
Kakkar mengatakan bank-bank Prancis umumnya memiliki sistem keamanan siber yang kuat berkat persyaratan regulasi. Meski demikian, dia menilai, para pelaku kejahatan siber semakin kreatif.
Pada 2016, peretas mencuri dana USD81 juta dari rekening bank sentral Bangladesh di Federal Reserve Bank of New York. Dana senilai jutaan dolar juga sebelumnya pernah dicuri dari sejumlah bank di Rusia dan India melalui serangan siber, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Keresahan yang sama juga terjadi di Asia. Bank SinoPac di Taiwan pada Rabu mengatakan peretas eksternal mengeksploitasi pengaturan keamanan dalam sistem transaksi perbankan online barunya untuk mentransfer uang dari rekening nasabah tanpa izin.