Peluang adaptasi tersebut yang juga menjadi salah satu hal yang dibahas dalam Festival Literaia 2026. Di mana kegiatan ini mempertemukan penulis, penerbit, komunitas membaca, dan masyarakat.
“Setiap tulisan tidak boleh hanya berhenti sampai ke karya tulis, tetapi dengan peluang yang ada hari ini, ini bagaimana menghilirisasi sebuah tulisan, apakah itu menjadi sebuah film, menjadi komik digital, ataupun karya kreatif lainnya itu sangat memungkinkan,” kata Riefky.
Ia menambahkan, program Creative by Indonesia direncanakan mulai berjalan pada akhir 2026 dan akan terus diperkuat pada 2027 hingga 2029.
Melalui program tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap proses kurasi dan pengembangan karya dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku kreatif Indonesia untuk berkembang, sekaligus memperluas jangkauan karya mereka ke pasar internasional.
(Nadya Kurnia)