sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenkraf Siapkan Creative by Indonesia, Karya Lokal Dibidik Tembus Pasar Global

News editor Mei Sada
11/10/2026 16:54 WIB
Program ini dirancang untuk mengkurasi karya kreatif lokal agar memiliki kesempatan berkembang di tingkat nasional hingga menembus pasar global.
Kemenkraf Siapkan Creative by Indonesia, Karya Lokal Dibidik Tembus Pasar Global. (Foto: MNC Media)
Kemenkraf Siapkan Creative by Indonesia, Karya Lokal Dibidik Tembus Pasar Global. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Karya kreatif Indonesia dinilai memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh hingga tingkat internasional. Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan program Creative by Indonesia yang akan mulai dijalankan pada akhir 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan program ini dirancang untuk mengkurasi karya kreatif lokal agar memiliki kesempatan berkembang di tingkat nasional hingga menembus pasar global.

Hal itu disampaikan Riefky saat ditemui usai pembukaan Festival Literaia 2026 di Museum Nasional, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Menurut Riefky, Creative by Indonesia menjadi salah satu program yang dijalankan kementeriannya untuk memperkenalkan sekaligus memperluas jangkauan karya kreatif Indonesia.

Ia menjelaskan, program tersebut memiliki pendekatan dengan mencari pelaku kreatif lokal yang berpotensi berkembang di tingkat nasional, kemudian mendorong karya unggulan Indonesia agar dapat menjangkau pasar internasional.

“Creative by Indonesia adalah sebuah kegiatan di Kementerian Ekonomi Kreatif yang mengkurasi karya kreatif dari kita mencari local hero untuk go national dan mengkurasi kembali national champion untuk go global,” ujar Riefky.

Untuk menjalankan program tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Proses kurasi tidak hanya dilakukan melalui komunitas, tetapi juga dapat melibatkan asosiasi, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.

Riefky menilai karya kreatif berpotensi muncul dari berbagai lingkungan, termasuk kampus negeri maupun swasta. Karena itu, kolaborasi dengan beragam pihak dibutuhkan untuk menemukan karya dan pelaku kreatif yang memiliki peluang untuk berkembang.

Ia mencontohkan komunitas Negeri Elok sebagai salah satu pihak yang dapat diajak bekerja sama dalam proses kurasi. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak pelaku kreatif lokal yang memperoleh kesempatan untuk memperluas pasar dan mengembangkan karya mereka.

Program ini juga tidak hanya berfokus pada karya tulis atau sastra. Dalam konteks ekonomi kreatif, berbagai karya dapat dikembangkan ke bentuk lain, termasuk film, komik digital, dan produk kreatif lainnya.

Riefky juga menyoroti pentingnya pengembangan karya tulis agar memiliki nilai tambah. Menurutnya, sebuah tulisan tidak harus berhenti sebagai buku, tetapi dapat diadaptasi menjadi produk kreatif lain yang menjangkau audiens lebih luas.

Peluang adaptasi tersebut yang juga menjadi salah satu hal yang dibahas dalam Festival Literaia 2026. Di mana kegiatan ini mempertemukan penulis, penerbit, komunitas membaca, dan masyarakat.

“Setiap tulisan tidak boleh hanya berhenti sampai ke karya tulis, tetapi dengan peluang yang ada hari ini, ini bagaimana menghilirisasi sebuah tulisan, apakah itu menjadi sebuah film, menjadi komik digital, ataupun karya kreatif lainnya itu sangat memungkinkan,” kata Riefky.

Ia menambahkan, program Creative by Indonesia direncanakan mulai berjalan pada akhir 2026 dan akan terus diperkuat pada 2027 hingga 2029.

Melalui program tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap proses kurasi dan pengembangan karya dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku kreatif Indonesia untuk berkembang, sekaligus memperluas jangkauan karya mereka ke pasar internasional.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement