Untuk menjalankan program tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Proses kurasi tidak hanya dilakukan melalui komunitas, tetapi juga dapat melibatkan asosiasi, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.
Riefky menilai karya kreatif berpotensi muncul dari berbagai lingkungan, termasuk kampus negeri maupun swasta. Karena itu, kolaborasi dengan beragam pihak dibutuhkan untuk menemukan karya dan pelaku kreatif yang memiliki peluang untuk berkembang.
Ia mencontohkan komunitas Negeri Elok sebagai salah satu pihak yang dapat diajak bekerja sama dalam proses kurasi. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak pelaku kreatif lokal yang memperoleh kesempatan untuk memperluas pasar dan mengembangkan karya mereka.
Program ini juga tidak hanya berfokus pada karya tulis atau sastra. Dalam konteks ekonomi kreatif, berbagai karya dapat dikembangkan ke bentuk lain, termasuk film, komik digital, dan produk kreatif lainnya.
Riefky juga menyoroti pentingnya pengembangan karya tulis agar memiliki nilai tambah. Menurutnya, sebuah tulisan tidak harus berhenti sebagai buku, tetapi dapat diadaptasi menjadi produk kreatif lain yang menjangkau audiens lebih luas.