sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indonesia Realisasikan Kemandirian Energi Lewat B50, Menuju Transisi Energi Hijau

News editor Kurnia Nadya
11/10/2026 16:59 WIB
Langkah nyata ini terwujud tiga bulan sebelum genap dua tahun kepemimpinan Prabowo.
Indonesia Realisasikan Kemandirian Energi Lewat B50, Menuju Transisi Energi Hijau. (Foto: Bakom)
Indonesia Realisasikan Kemandirian Energi Lewat B50, Menuju Transisi Energi Hijau. (Foto: Bakom)

IDXChannel—Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kemandirian energi agar Indonesia mampu mengurangi ketergantungan pada impor energi. Upaya ini semakin penting di tengah ketidakpastian global yang dapat memicu kenaikan harga dan mengganggu pasokan energi.

Salah satu upaya tersebut mulai terealisasi pada 1 Juli 2026, ketika Indonesia mengimplementasikan program B50. Langkah nyata ini terwujud tiga bulan sebelum genap dua tahun kepemimpinan Prabowo.

B50 merupakan campuran bahan bakar yang terdiri atas 50 persen biodiesel, yaitu bahan bakar nabati yang antara lain dapat dibuat dari minyak kelapa sawit (CPO), dan 50 persen bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Dengan kebijakan ini, Indonesia dapat semakin menekan impor solar karena sebagian kebutuhan bahan bakar tersebut dapat dipenuhi dengan bahan bakar nabati.

Dalam peluncuran mandatori B50 di Karawang pada 9 Juli lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan membuat Indonesia tidak perlu lagi mengimpor solar mulai 2026. Sebaliknya, Indonesia diproyeksikan mengalami surplus solar sebesar 4 juta kiloliter (kL) mulai tahun ini.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement